Selasa, 03 Mei 2016
Sabtu, 30 April 2016
Yuk, Kolaborasi Dengan Kami...
YUK,, KOLABORASI..
NUSANTARA SEHAT
PERBATASAN NKRI-PNG
KAMPUNG KOMBUT. DISTRICT KOMBUT.
KABUPATEN BOVEN DIGOEL, PAPUA.

Inilah warga kombut... :)
Tentang Kami, Kata Mereka......
“Indonesia
tidak dapat kita selesaikan sendiri, ajak orang-orang yang cerdas untuk
sama-sama membangun Indonesia” - Pelatih Timnas U-19
Presiden
Republik Indonesia dalam rancangan sembilan agenda prioritasnya (Nawa
Cita) nomor tiga, yaitu : “Membangun Indonesia dari pinggiran dengan
memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan”. Dan
mengingat tujuan pembangunan millenium Indonesia maka dihadirkanlah
Nusantara Sehat sebagai program andalan Kementerian Kesehatan RI untuk
mengisi pembangunan Kesehatan Indonesia , melanjutkan konsep MDGs (
Millenium development Goals) menuju SDGs (Sustanaible development goals )
dengan target menjamin adanya kehidupan yang sehat, serta mendorong
kesejahteraan untuk semua orang di dunia pada semua usia).
Nusantara
Sehat adalah kumpulan pemuda-pemudi Indonesia dengan latar belakang
tenaga profesional kesehatan yang siap mengabdikan dirinya untuk
membangun kesehatan Indonesia terutama di daerah DPTK (Daerah
perbatasan, terpencil dan kepulauan) yang sangat membutuhkan sentuhan
pelayanan kesehatan.
Nusantara
sehat merupakan rangkaian Team Based yang terdiri dari : Dokter, Dokter
gigi, Perawat, Bidan, Tenaga Kesehatan Masyarakat, Tenaga Ahli
Teknologi Laboratorium Medis, Tenaga Kesehatan Lingkungan (Sanitarian),
Tenaga Farmasi dan Ahli Gizi. Kesembilan latar belakang kesehatan ini
akan berkolaborasi untuk bersama-sama membangun daerah yang menjadi
wadah penugasan selama dua tahun lama penugasan.
Tenaga-tenaga
muda kesehatan ini rata-rata berumur dibawah 30 tahun dan berdedikasi
tinggi untuk mengabdi dan menjadi bagian dari pembangunan Indonesia. Hal
ini dibuktikan setelah melewati tahapan-tahapan seleksi,yaitu : seleksi
berkas (online), Penilaian essay, Psikotest oleh Universitas Indonesia,
Wawancara oleh Kementerian Kesehatan dan Focus Group Discussion.
Setelah terpilih menjadi tim Nusantara Sehat, dilanjutkan dengan
Pelatihan Bela Negara di Rindam Jaya dan Pusdikkes TNI AD Jakarta selama
empat puluh hari demi menyiapkan tenaga yag siap diluncurkan dengan
bekal kekuatan, rasa tanggung jawab yang tinggi , kedisiplinan yang
tinggi dan keberanian dalam melaksanakan tugas di daerah DPTK yang
beresiko.
Tentang penempatan kami.....
GEOGRAFIS
Kabupaten
Boven Digoel memiliki 5 kecamatan . Distrik Kombut salah satunya yang
menjadi tempat penugasan terletak antara: 0º - 15º Lintang Utara dan 90º
580 - 97º 480 Bujur Timur. Distrik Kombut mempunyai batas wilayah :
a. Sebelah Utara Distrik Waropko;
b. Sebelah Selatan Distrik Mindiptana;
c. Sebelah Barat Distrik Mindiptana;
d. Sebelah Timur Negara Papua New Guini
GAMBARAN UMUM
District
Kombut terdiri dari 4 Kampung. Jumlah kepala keluarga terdiri dari 234
(KK) dan seluruh KK dalam kategori miskin. Jumlah penduduk di Distrik
Kombut sekitar 1.198 jiwa. Seluruh warga di district kombut rata-rata
ialah suku muyu dengan berburu dan bercocok tanam adalah cara mereka
bertahan hidup. Kehidupan masyarakat masih sangat bergantung dengan
budaya nenek moyang mereka sehingga terkadang budaya tersebut bertolak
belakang dengan anjuran kesehatan dan harus dengan kesabaran penuh untuk
secara perlahan mengubah pola pikir masyarakat tentang menjaga pola
kesehatan mereka.
Letak geografis
yang berbatasan langsung dengan Papua New Guini, maka masih banyak
penduduk district Kombut yang masih nomaden dan masih adanya penduduk
Indonesia yang menetap di negara tetangga. Maka asal mula pembentukan
ditrict kombut ini ialah untuk menarik penduduk Indonesia yang masih ada
di negara tetangga agar dapat menetap di Indonesia dengan dibangunnya
rumah bantuan dari pemerintah daerah meski belum memasuki kategori rumah
sehat.
Anak-anak Papua di district
Kombut hanya memperoleh pendidikan hingga kelas 6 sekolah dasar. Karena
memang hanya sekolah dasar disini. Sekolah hanya berjalan dari hari
Senin hingga hari Kamis. Sementara hari Jum’at dan Sabtu adalah waktu
yang diberikan kepada anak-anak untuk membantu orangtua mencari kayu
bakar di hutan sedangkan hari minggu untuk beribadah.
Dengan
segala keterbatasan infrastruktur dan tenaga pengajar yang ada, tim
Nusantara Sehat ikut membantu dalam pelaksanaan proses belajar mengajar
baik mengajarkan dalam materi pelajaran umum dan pendidikan kesehatan
dini pula dijalankan sebagai salah satu program kerja tim Nusantara
Sehat.
Gedung yang tersedia hanya
mempunyai 3 ruangan kelas. Sehingga kelas satu dan dua digabung menjadi
satu kelas, kelas tiga dengan empat, serta kelas 5 dengan kelas enam
juga digabung menjadi satu kelas dengan masing-masing ruangan yang
terdiri dari dua tingkatan kelas tersebut hanya dibimbing oleh satu guru
tentor saja. Setiap kelas paling banyak terdiri dari sepuluh anak.
Karena, masih banyaknya orangtua yang menganggap pendidikan tidak
terlalu penting bagi mereka. Karena yang mereka pikirkan adalah
bagaimana cara untuk mengisi sejengkal perut mereka yang kelaparan sebab
tak ada yang dapat dimakan.
Gizi
kurang dan gizi buruk menyerang anak-anak Papua di district ini. Hingga
terlihat banyaknya anak balita yang mempunyai perut besar. Ini hanya
sekelumit kisah mereka teman-teman.
Akses
yang sulit dan segala keterbatasan, seperti signal dan listrik tidak
ada, air bersih susah ditemukan sehingga harus memanfaatkan air hujan
(Kalau hujan), dan tanah merah yang sulit ditanami tumbuhan. Akses jalan
darat yang sangat sulit dilewati jika hujan. Letak perkampungan yang
berada di dalam hutan. Sehingga kadang sulit mendapatkan logistik dan
harus survive di dalam hutan.
Dengan gambaran singkat tersebut,
Kami
tim Nusantara Sehat tidak dapat menyelesaikan ini sendiri, untuk itu
kami mengajak pemuda-pemudi Indonesia untuk sama-sama berkolaborasi
membantu bapak, ibu, adik-adik, saudara-saudara kita di perbatasan ini.
Tak ada salahnya berbagi sedikit untuk mereka bukan ?
Donasi
teman-teman nanti akan distribusikan untuk mereka yang sangat
membutuhkan.Semoga kita bisa menjadi bagian dari perbaikan bangsa !
Terutama muda-mudi Indonesia
Kami sangat menunggu respon positif teman-teman ataupun komunitas disana..
Salam Sehaaaat!!!! Sehat tooooohh !!!!
Salam Kolaborasi Lintas Sektor !!!
Teman-teman dapat membantu dalam bentuk
1. Buku pelajaran sekolah dasar , buku cerita/dongeng, buku sejarah/legenda, komik, dll
2. Pakaian anak-anak dan dewasa (termasuk pakaian sekolah dasar)
3. Logistik berupa susu, biskuit, dll untuk perbaikan gizi adik-adik kita
Bisa dikirim ke
Alamat pengiriman :
Kepala Puskesmas Kombut (Erry Hardi) Distrik Kombut. Mindiptana.
Kab.Boven Digoel
99662
Papua
Kab.Boven Digoel
99662
Papua
Atau bentuk donasi ke
Rekening
BRI
0341 01 067468 504
Nesya Ardella Simamora
BRI
0341 01 067468 504
Nesya Ardella Simamora
Terimakasih banyak...
Semoga Kebaikan selalu mengalir untuk kita semua..
Salam kenal dari team based kami :
Semoga Kebaikan selalu mengalir untuk kita semua..
Salam kenal dari team based kami :
- Stenly Ismael Benusu (Tenaga Kesehatan Masyarakat - NTT)
- Nesya Ardella Simamora ( Ahli Teknologi Laboratorium Medis - Medan)
- Nelly Dameria Sinaga (Bidan - Jakarta)
- Susilawati (Tenaga Farmasi - Makassar)
- Nur Annisa (Ahli Gizi - Makassar)
Langganan:
Postingan (Atom)
Ketika Rasa Malas Itu Muncul
by : Nesya Ardella Simamora Rutinitas yang kita lakukan setiap hari, mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur saat malam hari, memang sa...
-
Oleh : Nesya Ardella Simamora Berbicara tentang peningkatan derajat kesehatan Masyarakat maka kita harus memperhatikan faktor-faktor de...
-
Penuaan tidak sama dengan tua. Penuaan adalah proses fisik dan mental alami yang dialami setiap makhluk hidup bersamaan dengan ...
-
doc.nesya Kamis, 25 Januari 2018 Puskesmas Sendang Agung Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung memperingati Hari Gizi Nasiona...