“Indonesia
tidak dapat kita selesaikan sendiri, ajak orang-orang yang cerdas untuk
sama-sama membangun Indonesia” - Pelatih Timnas U-19
Presiden
Republik Indonesia dalam rancangan sembilan agenda prioritasnya (Nawa
Cita) nomor tiga, yaitu : “Membangun Indonesia dari pinggiran dengan
memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan”. Dan
mengingat tujuan pembangunan millenium Indonesia maka dihadirkanlah
Nusantara Sehat sebagai program andalan Kementerian Kesehatan RI untuk
mengisi pembangunan Kesehatan Indonesia , melanjutkan konsep MDGs (
Millenium development Goals) menuju SDGs (Sustanaible development goals )
dengan target menjamin adanya kehidupan yang sehat, serta mendorong
kesejahteraan untuk semua orang di dunia pada semua usia).
Nusantara
Sehat adalah kumpulan pemuda-pemudi Indonesia dengan latar belakang
tenaga profesional kesehatan yang siap mengabdikan dirinya untuk
membangun kesehatan Indonesia terutama di daerah DPTK (Daerah
perbatasan, terpencil dan kepulauan) yang sangat membutuhkan sentuhan
pelayanan kesehatan.
Nusantara
sehat merupakan rangkaian Team Based yang terdiri dari : Dokter, Dokter
gigi, Perawat, Bidan, Tenaga Kesehatan Masyarakat, Tenaga Ahli
Teknologi Laboratorium Medis, Tenaga Kesehatan Lingkungan (Sanitarian),
Tenaga Farmasi dan Ahli Gizi. Kesembilan latar belakang kesehatan ini
akan berkolaborasi untuk bersama-sama membangun daerah yang menjadi
wadah penugasan selama dua tahun lama penugasan.
Tenaga-tenaga
muda kesehatan ini rata-rata berumur dibawah 30 tahun dan berdedikasi
tinggi untuk mengabdi dan menjadi bagian dari pembangunan Indonesia. Hal
ini dibuktikan setelah melewati tahapan-tahapan seleksi,yaitu : seleksi
berkas (online), Penilaian essay, Psikotest oleh Universitas Indonesia,
Wawancara oleh Kementerian Kesehatan dan Focus Group Discussion.
Setelah terpilih menjadi tim Nusantara Sehat, dilanjutkan dengan
Pelatihan Bela Negara di Rindam Jaya dan Pusdikkes TNI AD Jakarta selama
empat puluh hari demi menyiapkan tenaga yag siap diluncurkan dengan
bekal kekuatan, rasa tanggung jawab yang tinggi , kedisiplinan yang
tinggi dan keberanian dalam melaksanakan tugas di daerah DPTK yang
beresiko.
Tentang penempatan kami.....
GEOGRAFIS
Kabupaten
Boven Digoel memiliki 5 kecamatan . Distrik Kombut salah satunya yang
menjadi tempat penugasan terletak antara: 0º - 15º Lintang Utara dan 90º
580 - 97º 480 Bujur Timur. Distrik Kombut mempunyai batas wilayah :
a. Sebelah Utara Distrik Waropko;
b. Sebelah Selatan Distrik Mindiptana;
c. Sebelah Barat Distrik Mindiptana;
d. Sebelah Timur Negara Papua New Guini
GAMBARAN UMUM
District
Kombut terdiri dari 4 Kampung. Jumlah kepala keluarga terdiri dari 234
(KK) dan seluruh KK dalam kategori miskin. Jumlah penduduk di Distrik
Kombut sekitar 1.198 jiwa. Seluruh warga di district kombut rata-rata
ialah suku muyu dengan berburu dan bercocok tanam adalah cara mereka
bertahan hidup. Kehidupan masyarakat masih sangat bergantung dengan
budaya nenek moyang mereka sehingga terkadang budaya tersebut bertolak
belakang dengan anjuran kesehatan dan harus dengan kesabaran penuh untuk
secara perlahan mengubah pola pikir masyarakat tentang menjaga pola
kesehatan mereka.
Letak geografis
yang berbatasan langsung dengan Papua New Guini, maka masih banyak
penduduk district Kombut yang masih nomaden dan masih adanya penduduk
Indonesia yang menetap di negara tetangga. Maka asal mula pembentukan
ditrict kombut ini ialah untuk menarik penduduk Indonesia yang masih ada
di negara tetangga agar dapat menetap di Indonesia dengan dibangunnya
rumah bantuan dari pemerintah daerah meski belum memasuki kategori rumah
sehat.
Anak-anak Papua di district
Kombut hanya memperoleh pendidikan hingga kelas 6 sekolah dasar. Karena
memang hanya sekolah dasar disini. Sekolah hanya berjalan dari hari
Senin hingga hari Kamis. Sementara hari Jum’at dan Sabtu adalah waktu
yang diberikan kepada anak-anak untuk membantu orangtua mencari kayu
bakar di hutan sedangkan hari minggu untuk beribadah.
Dengan
segala keterbatasan infrastruktur dan tenaga pengajar yang ada, tim
Nusantara Sehat ikut membantu dalam pelaksanaan proses belajar mengajar
baik mengajarkan dalam materi pelajaran umum dan pendidikan kesehatan
dini pula dijalankan sebagai salah satu program kerja tim Nusantara
Sehat.
Gedung yang tersedia hanya
mempunyai 3 ruangan kelas. Sehingga kelas satu dan dua digabung menjadi
satu kelas, kelas tiga dengan empat, serta kelas 5 dengan kelas enam
juga digabung menjadi satu kelas dengan masing-masing ruangan yang
terdiri dari dua tingkatan kelas tersebut hanya dibimbing oleh satu guru
tentor saja. Setiap kelas paling banyak terdiri dari sepuluh anak.
Karena, masih banyaknya orangtua yang menganggap pendidikan tidak
terlalu penting bagi mereka. Karena yang mereka pikirkan adalah
bagaimana cara untuk mengisi sejengkal perut mereka yang kelaparan sebab
tak ada yang dapat dimakan.
Gizi
kurang dan gizi buruk menyerang anak-anak Papua di district ini. Hingga
terlihat banyaknya anak balita yang mempunyai perut besar. Ini hanya
sekelumit kisah mereka teman-teman.
Akses
yang sulit dan segala keterbatasan, seperti signal dan listrik tidak
ada, air bersih susah ditemukan sehingga harus memanfaatkan air hujan
(Kalau hujan), dan tanah merah yang sulit ditanami tumbuhan. Akses jalan
darat yang sangat sulit dilewati jika hujan. Letak perkampungan yang
berada di dalam hutan. Sehingga kadang sulit mendapatkan logistik dan
harus survive di dalam hutan.
Dengan gambaran singkat tersebut,
Kami
tim Nusantara Sehat tidak dapat menyelesaikan ini sendiri, untuk itu
kami mengajak pemuda-pemudi Indonesia untuk sama-sama berkolaborasi
membantu bapak, ibu, adik-adik, saudara-saudara kita di perbatasan ini.
Tak ada salahnya berbagi sedikit untuk mereka bukan ?
Donasi
teman-teman nanti akan distribusikan untuk mereka yang sangat
membutuhkan.Semoga kita bisa menjadi bagian dari perbaikan bangsa !
Terutama muda-mudi Indonesia
Kami sangat menunggu respon positif teman-teman ataupun komunitas disana..
Salam Sehaaaat!!!! Sehat tooooohh !!!!
Salam Kolaborasi Lintas Sektor !!!
Teman-teman dapat membantu dalam bentuk
1. Buku pelajaran sekolah dasar , buku cerita/dongeng, buku sejarah/legenda, komik, dll
2. Pakaian anak-anak dan dewasa (termasuk pakaian sekolah dasar)
3. Logistik berupa susu, biskuit, dll untuk perbaikan gizi adik-adik kita
Bisa dikirim ke
Alamat pengiriman :
Kepala Puskesmas Kombut (Erry Hardi) Distrik Kombut. Mindiptana.
Kab.Boven Digoel 99662
Papua
HappyIdul Fitri.. Whenever i have any mistake, i'm so sorry. From this day forth.. Lets be better human.. To bear down be devoted moslem. God willing we will meet the next ramadhan.
Jum'at, 20 Juni 2014 Pemilihan Duta Koperasi dan UMKM Kota Medan telah berhasil dilaksanakan di Hotel Dharma Deli Medan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai rangkaian acara perayaan Hari Koperasi Nasional ( HARKOPNAS ) yang dituan rumahi oleh Medan. Pemilihan Duta Koperasi dan UMKM Kota Medan ini dilakukan dengan tujuan menciptakan inspirator-inspirator pemuda Indonesia agar sadar akan pentingnya Koperasi dan UMKM sebagai soko guru perekonomian bangsa Indonesia. Kegiatan ini juga dilandaskan karena mengingat kurangnya pengetahuan khususnya pemuda Medan tentang Koperasi dan UMKM. "Diharapkan Duta yang terpilih dapat menjadi pemuda yang bisa memotivasi pemuda lain untuk berwirausaha dan mengajak untuk terjun membangun ekonomi bangsa karena pemuda adalah agentofchange", sebut nesya ardella sebagai finalis 17 besar kegiatan ini.
Pemilihan Duta ini dilakukan dengan ketat menggunakan berbagai tes meliputi sesi penyisihan: tes tertulis wawasan koperasi dan pengetahuan umum, psycho test dan interview.
Peserta yang lulus ke final yaitu 17 besar harus mengikuti tes berikutnya pada tanggal 21 Juni 2014, meliputi : panel wawancara tentang intelegensia dan kepribadian, wawasan koperasi dan umum, leadership serta organization skill.
Nesya Ardella Simamora is my name. Thanks my mom and my dad, you have given me a beautiful name and because of you, I can grow up like now and can feel a beautiful world of knowledge.
Now, I study in medical technology laboratory major in poltekkes ministry of health Indonesia. I also join many organizations, like : PII (Indonesian moslem student association), FLP ( the Circle pen Forum), HIMA ( association of analyst of health ), UKMI Al HUDA, etc.
January, I remember when I placed my foot in Jakarta and Bandung. “Oh Dear God, thanks for this opportunity, I can study until Jakarta and bandung”, I said in my heart.
I became the one of five representatives from North Sumatra in my organization to join LAT (Leadership Advance Training) in Bandung. And also join RAPIMNAS ( meeting of the leader in the national degree) from my organization in Jakarta.
We go to Jakarta by PELNI ship. From belawan until Jakarta it used three days for the trip.
After we arrived in harbor of Jakarta, we continued our trip to go to the location, the location is in bekasi. But, Nooooo !!when we arrived there, Jakarta was flood stricken. My friends and I must carried our big bag.
We got the location and took a rest for a moment in lodging house in Asrama Haji Bekasi. The meeting had started, we must join that. So many delegations from each region. There are from Sulawesi, West java, Banten, Jakarta, South Kalimantan, East Kalimantan, South Sumatra, North Sumatra, West Sumatra, Yogyakarta, Java, East java, NTB, Aceh, etc.
Not only meeting in Jakarta, but also I must continued my trip to Bandung. As I have told you, I joined leadership advance training. So many collegers joined also. But, there was a screening before we were declared qualify to became participant.
Actually, there were some regulations that we must do before we got screening. The regulation were : making a working paper from many tittles that was established by the instructure. I took the tittle of my working paper was “The CapitalismImpact of Education in Indonesia”. Another regulation was making a book review. I made a book review of Tasawuf modern book. Next regulation was making clipping from newspaper around education, making curuculum vitae and reviewed some articles.
There were twenty eight representatives from many regions. But after the process of screening was finishedand the instructor gave the result, there was nineteen participants remained.
There were two person from Aceh, two person from Jakarta, one from Ternate, one from South Kalimantan, and three people from Bandung, all of them must go back to their region. Thanks to Allah, I can do the screening, responsible with my assignment, and can answere some questions from instructure. because there were some questions about global especially about tragedies in the other country, it was because i read and got information not good enough.
But, when I gather with them in one forum, studied and discussed together, wah !so clever they are. I felt so happy because I could get the picture about the construct of their thinking.
Selamat menjalankan ibadah di bulan ramadhan.. Semoga kita dapat memaksimalkan diri sebagai hamba Allah dibulan suci ini dan dibulan bulan selanjutnya.. semoga Allah mempertemukan kita dengan Ramadhan berikutnya.. amiin.
I warmly welcome the democration party or we know that president election of Indonesia, 9 July 2014.
In addition, we look various campaign in social media about the both of candidate of the president, black campaign or may be white campaign.
With reference to the regulation in Indonesia, we are as the civil of Indonesia, we have the right to choose about who is the best leader(president) in our own opinion.
From this election, the period of the president is from 2014 up to 2019.
This is not the short time, so we must have critism to look who is the qualified president to have important task as mentioned in Indonesia's regulation for the development and etablishment of Indonesia.
We are as youth of Indonesia. We are as a spearhead of the advance of Indonesia. Presumably, we can get the essential meaning of the election and provide ourselves to actualizing Indonesia succes !
Hopefully this publication may be used and open our mind to more realize bout how important this election and we can use our right as well.
Hopefully we can find the reliable president for Indonesia, better.
Amin.
Wassalam.
Nesya Ardella Simamora
Proud to be the youth of Indonesia