Senin, 17 Februari 2025

Ketika Rasa Malas Itu Muncul


by : Nesya Ardella Simamora


Rutinitas yang kita lakukan setiap hari, mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur saat malam hari, memang sangat membosankan. Belum lagi target di kerjaan dan beberapa to do list yang sudah terbayang bayang dikepala sebelum tidur. Sehingga kualitas tidur kita tidak sempurna, pekerjaan malah masuk ke dalam mimpi. Alhasil istirahat tidur malam kita bukan menjadi suatu momen untuk mengistirahatkan pikiran dan tubuh kita, malah bangun tidur kita menjadi sangat sangat malas untuk memulai hari. Capek dan bosan akan rutinitas memang suatu hal yang hampir setiap orang temui. Merasa capek oleh banyaknya pekerjaan juga adalah hal lumrah, dan setiap manusia pasti bisa merasakannya. Namun, pertanyaannya adalah apakah kita bisa bangkit dari rasa malas itu ? Bagaimana caranya ?.

Memang kunci dari rasa malas itu terletak pada diri kita sendiri. Malas dilawan dengan segera bergerak. Pusing memang ketika melhat tumpukan pekerjaan, namun kita bisa memulainya dengan break down tumpukan pekerjaan itu menjadi keping-keping kecil. Jika kita terus memikirkan pekerjaan yang banyak itu, yang ada rasa malas itu akan semakin mengakar saj dan pekerjaan kita akan semakin sulit. Jadi sebaiknya kita pecah pekerjaan-pekerjaan yang banyak menjadi mulai dari pekerjaan yang paling mudah, kita lakukan lebih dahulu. Start dari yang mudah. Itu akan lumayan membuat kita mulai mempunyai keinginan untuk mengerjakannya. Dan ingat, setiap apapun yang kita kerjakan, akan sangat berdampak baik terhadap produktivitas kita. Intinya tetap saja bergerak meskipun itu terlihat kecil. 

Rasa malas adalah rasa yang memvalidasi kita kalau kita ini manusia. Namun, jangan terus-terusan terjerat dengan rasa malas ini ya. Take a rest itu memang perlu, namun kita tetap harus fokus pada pekerjaan kita dan terus produktif. Jika terasa lelah, beristirahat. Selanjutnya, bergerak lagi. Jika capek, istirahat lagi. Lalu bergerak lagi. Begitu seterusnya. Ingat kesehatan Tubuh dimulai dengan pikiran yang tenang. Jangan ragu untuk berhenti sejenak.


Senin, 20 Januari 2025

Climate Change !

Oleh : Nesya Ardella Simamora

Akhir tahun 2024, kita saksikan begitu banyak bencana banjir, longsor dimana-mana. Terutama banjir, bahkan orangtua saya menjadi salah satu korban banjir di kota Binjai Sumatera Utara. Untungnya saya dan keluarga, meskipun tinggal di kota yang sama, namun kami tak terkena dampak banjir di kota Binjai karena tempat tinggal kami berada di dataran yang lumayan tinggi. Kejadian banjir ini ternyata bukan banjir yang tergolong rendah, bahkan air bisa sampai se-dada orang dewasa. Untungnya tidak ada korban jiwa, namun kerugian yang dirasa cukup membuat sulit warga yang terdampak banjir.

Fenomena ini karena apa?. Setelah saya baca-baca tentang isu pemanasan global ternyata erat kaitannya dengan climate change yang kita rasakan saat ini. Emisi gas rumah kaca yang berlebihan membuat atmosfer semakin menipis dan panas yang masuk ke bumi semakin banyak akibat gas-gas CO2, metana, nitrogen yang memerangkap banyak panas di bumi yang menyebabkan suhu bumi meningkat, kita kenal dengan istilah pemanasan global. Efek rumah kaca, dimana atmosfer diumpamakan sebagai kaca, yang berfungsi sebagai lapisan pelindung bumi yang menyaring panas matahari masuk kebumi, dan menyerap Sebagian panas bumi agar makhluk di bumi bisa hidup dan menjadikan bumi dapat ditinggali manusia dan tidak terlalu dingin, sedangkan Sebagian panas lainnya di pantulkan oleh atmosfer ke angkasa sebagai radiasi infra red.

Namun, dikarenakan aktifitas manusia yang semakin tinggi, seperti pembakaran minyak, batu-bara, gas, asap kendaraan motor yang semakin banyak, menghasilkan CO2, Metana, dan Nitrogen yang berlebihan. Ditambah lagi deforestasi atau penembangan hutan yang menyebabkan berkurangnya pohon yang mampu menyerap CO2 di lingkungan. Akhirnya menyebabkan gas-gas berlebihan tersebut menyerap panas yang berlebihan di bumi. Akibat dari suhu bumi yang meningkat, maka penguapan di permukaan bumi dan laut dan mengahasilkan banyak uap air di armosfer yang dapat menyebabkan curah hujan yang meningkat dan badai. Selain itu suhu bumi meningkat menyebabkan es di kutub mencair dan menyebabkan bertambahnya volume air di laut.

Masalah lain yang lebih serius yaitu berdampak pada Kesehatan serta krisis air dan pangan manusia akibat perubahan iklim. Akibat perubahan iklim, tentu menyebabkan peningkatan vector penyebab penyakit demam berdarah ataupun malaria. Dan terlihat saat ini banyaknya peningkatan kasus kejadian demam berdarah. Sedangkan untuk krisis air dan pangan, banyaknya lahan pertanian yang rusak akibat banjir serta dibagian wilayah lainnya yang mengalami kekeringan lahan akibat perubahan cuaca yang ekstrim. Tentu ini merupakan suatu masalah yang serius bagi keberlangsungan makhluk di bumi.

Permasalah climate change ini harus diatasi Bersama-sama. Bukan hanya permsalahan pemerintah atau Sebagian golongan. Tentu perlu adanya kesadaran bagi kita, seluruh makhluk di bumi ini melakukan Langkah-langkah untuk mengurangi emisi efek rumah kaca. Salah satu hal kongkrit yang dapat kita lakukan adalah menghemat Listrik dan air, kurangi penggunaan plastic, gunakan transportasi ramah lingkungan, dan semua dimulai dari diri kita sendiri.

 

Selasa, 14 Januari 2025

Mindset

 Oleh : Nesya Ardella Simamora


Jadi beberapa waktu lalu, ada satu tes yang diadakan disekolah anakku. Nah, tes ini tujuannya untuk melihat kecenderungan anak atau kata lainnya potensi. Gratis? ya pasti bayarlah, gak murah juga, jadi aku makin kuat alasannya untuk tidak mengikutkan anakku tes-tes sejenis itu. Kalian yang sedang membaca tulisan ini, mungkin ada yang sudah tau kali ya apa nama tes ini. Tapi sssst... aku gak mau spill disini nama tes nya ya. Intinya tes nya ‘katanya’ tujuannya untuk melihat potensi anak lewat sidik jari, yang dimana jari sang anak ditempelkan ke sejenis alat. Dulu sih pernah tes sidik jari ini sewaktu buat KTP, nah, alatnya begitulah kira-kira, percis malah. Setelah terlihat garis-garis tangan anak, penyelenggara tes ini mengaku bisa membaca potensi anak lewat sidik jari sang anak. Sehingga nantinya potensi yang telah disimpulkan, bisa membantu orang tua dalam mengarahkan minat dan bakat anak agar semakin optimal. Karena dirasa sudah mengetahui bakat sang anak, maka orangtua akan fokus kepada pengembangan bakat yang disimpukan dari hasil tes ini.

Tertarik ? oh aku sih tidak sama sekali. Jadi tuh, setelah aku membaca salah satu buku yang berjudul “Mindset” salah satu buku best seller yang telah terjual 1,9 juta eksemplar bahkan. Buku ini ditulis oleh Carol S.Dweck,Phd. Dari buku ini ada hal menarik yang kubaca, pertanyaan tentang mengapa manusia berbeda-beda ? mengapa ada yang cerdas dan ada yang tidak cerdas ? apakah ada suatu hal yang menjadi dasar perbedaan itu dan apakah sifatnya permanen atau bisa diubah?. Beberapa ahli bercerita tentang dua jenis mindset, ada yang disebut growth mindset dan ada juga fixed mindset. Apa perbedaan keduanya ? Nah, 2 jenis mindset ini lah yang membuat ada orang yang sukses dan ada orang yang stuck. 

Kita bahasa satu persatu ya, mulai dari growth mindset. Mindset ini cenderung meyakini bahwa seorang manusia itu bisa berubah dari segi kemampuan, keahlian, bakat, kreatifitas, cara berfikir berdasarkan latar belakang tiap orang, pengalaman, pelatihan yang didapatkannya atau proses kehidupan yang dilaluinya. Orang yang mungkin dulunya tidak ahli dalam suatu hal atau bidang, dengan jika seseorang dengan  Growth mindset ini, dia akan meyakini bahwa tidak ada yang tidak mungkin untuk dipelajari dan dilatih. Dengan belajar, maka setiap manusia pasti mampu dan punya keahlian tersebut meskipun awalnya dia tidak bisa atau mungkin awalnya dikatakan bukanlah bakatnya.

Kalian pernah dengar nama Alfred binet ? Dia adalah seorang pencipta tes IQ. Bahkan beliau lah yang mengatakan bahwa kecerdasan manusia bisa ditingkatkan melalui proses yang bisa mengasah kecerdasan manusia. Jadi beliau menyimpulkan bahwa proses kehidupan sesorang dapat menentukan kecerdasan sesorang. Padahal beliau pencipta tes IQ loh ! tapi beliau tidak mengatakan bahwa IQ itu sifatnya tetap atau permanen.

Nah, bagaimana dengan Fixed Mindset ?. Pernah gak kaian temui, seorang anak yang dulunya dibangku sekolah selalu juara dan mendapat ranking. Namun setelah dewasa eh kok malah gak sukses. Malah ada anak yang dulunya dikenal anak yang tidak cerdas, jarang mengerjakan PR sekolah, sering absen disekolah, sekarang malah bisa menjadi pengusaha sukses, menjadi jaksa, dan lain sebagainya. Ini menunjukkan bahwa seseorang yang mengandalkan kepintaran atau nilai akademiknya dulu semasa sekolah dan berfikir bahwa hal itu sudah cukup untuk mengantarkannya kelak menjadi orang yang sukses tanpa terus melatih diri dan berproses, ittu sangat keliru. Kecerdasan kita bisa dilatih dan ditingkatkan. Maka, mindset yang salah harus kita buang jika kita ingin bergerak sukses dan semakin sukse.

Senin, 13 Januari 2025

Program Makan Siang Gratis Dari Pak Presiden

 

Oleh : Nesya Ardella Simamora


Sejak terpilihnya Bapak Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia, emak-emak di Indonesia mulai ‘gonjang-ganjing’. Mengapa ? kok gonjang-ganjing. Jelaslah, karena baru beberapa bulan dilantik menjadi Presiden, Bapak Prabowo sudah banyak saja gebrakannya. Seperti bulan Desember 2024 lalu, sudah mulai dijalankannya Program makan Siang Gratis untuk anak sekolah sebagaimana yang sempat diutarakan beliau saat kampanye lalu. Hingga saat ini bulan Januari, program ini masih berjalan dan terus dilakukan evaluasi demi evaluasi kelancaran pelaksanaan program dilapangan. 

Namun, beberapa waktu setelah program dijalankan, tidak sedikit yang komplain dan merasa tidak puas dengan makan siang gratis ini. Dari beberapa interview terhadapa anak sekolah oleh beberapa jurnalis, mereka mengatakan tidak puas. “Makanannya tidak enak, tidak seperti makanan dirumah”. “Susu jelas tidak terlalu bagus untuk menunjang gizi anak”, “Makanannya sedikit dan rasanya aneh”, dan lain sebagainya. Juga ada yang mengatakan program ini tidak tepat, pelaksanaannya tidak sesuai harapan, dan masih banyak lainnya. 

Sementara, di belahan Indonesia lainnya, ada anak yang didapati lahap sekali ketika memakan makan siang gratis ini. Ketika ditanya kenapa lahap sekali, apakah enak? anak itu menjawab, enak karena saya belum ada makan sejak pagi. Ternyata orang tuanya adalah masyaratakt dibawah garis kemiskinan yang untuk sarapan anaknya sebelum sekolah pun mereka tak mampu menyediakannya. Ada juga anak di titik lain Indonesia, yang ternyata tidak memakan makan siang gratisnya dan memilih menyimpannya untuk dibawa pulang kerumah. Dan ketika di tanya, “Karena mau kasih ke ibu, karena ibu dirumah pasti belum makan, dirumah tidak ada beras”. 

Dari dua fenomena itu, apakah kita masih menyebut program ini tidak tepat ?. Menurutku, coba kita mengambil jeda sebentar untuk bersyukur dibanding hanya terus mengutarakan komentar negatif kita. Pak Prabowo sangat menyayangi rakyatnya.  Program makan siang gratis ini mungkin tidak tepat bagi segelintir orang yang mempunyai kecukupan dan segi finansial. Namun, bagi mereka yang berada di garis kemiskinan, ini adalah hadiah dari Tuhan untuknya. Perjalanan mengurus 282 juta jiwa manusia Indonesia tentu tidak mudah. Mari doakan Pemerintah kita, agar senantiasa diberikan kekuatan dan langkah-langkah yang tepat dalam menjalankan tugas kenegaraannya demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia dibelahan Indonesia manapun.

Minggu, 12 Januari 2025

Membeli Barang Branded, Apakah Worth It?

 Oleh : Nesya Ardella Simamora


    Sering sekali kita melihat bahwa status sosial kita, dilihat dari seberapa mahal barang-barang ataupun outfit yang kita kenakan. Bahkan sebagian orang juga banyak yang meletakkan kepercayaan dirinya pada barang-barang yang ia kenakan. Merasa insecure ketika mengenakan barang-barang yang bukan termasuk high brand. Di tongkrongan, di arisan, di reunian, kerap sekali terjadi adu outfit. Namun, ada juga sebagian orang yang lebih memilih barang-barang branded namun bukan didasari rasa ingin diakui, atau yang sering kita dengar istilah saat ini yaitu validasi orang lain. Orang-orang seperti ini kerap membeli barang branded dikarenakan kualitas yang baik dari barang tersebut, sehingga barang tersebut akan lebih awet dipakai bertahun-tahun sehingga akan lebih menghemat (saving cost) dibanding membeli barang yang murah namun cepat rusak dan harus membeli lagi. Itu malah membuatnya merasa boros dan tidak bijak dalam segi keuangan.

    Namun, jangan salah. Baru-baru ini saya melihat banyak ‘sliweran’ review dari barang yang lumayan mahal dan branded namun kualitasnya tidak sesuai dengan harga yang dibandrol. Tidak sedikit konsumen yang merasa tertipu oleh merk  dan harganya, yang diharapkan dapat digunakan lebih lama, malah didapati rusak dan tak jauh dari kualitas barang yang murah dipasaran. Oleh karena itu, sebagai konsumen, kita juga harus lebih teliti danbijak dalam memilih barang branded yang akan dibeli. 

    Beberapa tips yang bisa menjadi referensi kalian untuk mempertimbangkan untuk membeli barang branded atu tidak. Pertama, sesuaikan dengan budget kalian masing-masing. Selain barang branded,  saat ini banyak juga produk lokal yang kualitasnya juga bagus. Jadi jangan memaksakan diri ya. Kedua, lebih teliti dalam memilih produk yang katanya branded namun kualitasnya tidak sesuai harga. Pelajari dan cari review dari pembeli sebelumnya, apakah worth it untuk dibeli. Ketiga, pilihlah model barang yang bersifat timeless. Agar model barang yang kalian beli bisa dipakai tanpa terlihat usang atau ketinggalan zaman. 


Kamis, 09 Januari 2025

Diare Akibat Konsumsi Kerang

 Oleh : Nesya Ardella Simamora

Sudah 3 hari bayiku yang berusia 1 tahun dirawat dirumah sakit. Sepulang aku dari kantor, aku mendapat kabar anakku sudah diare 4 kali dan muntah 3 kali. AllahuAkbar, kenapa lagi ini. Baru saja bulan lalu baru sembuh dari demam, batuk, pilek, kini muntaber lagi. Kondisi diare pada anak memang tak boleh dianggap biasa. Saat itu aku pantau memang kondisi fisiknya masih terlihat aktif dari luar. Namun, jika bayi mengalami muntah sekaligus diare hingga lebih dari 3 kali, ini adalah masalah serius karena dikhawatirkan akan menjadi dehidrasi, apalagi bayi sangat mudah sekali dehidrasi. Aku tunggu sampai maghrib, ternyata diarenya bukan berhenti malah makin menjadi-jadi. Total sudah 8 kali diare. Sementara aku sudah gelisah, menunggu ayahnya balik kerumah dari pekerjaan. Tanpa pikir panjang, akupun langsung membawa bayiku ke unit gawat darurat dirumah sakit karena melihat matanya sudah cekung yang menandakan dehidrasi.

Benar saja, sesampai di UGD dan diperiksa oleh dokter jaga saat itu, dokter tanpa banyak bertanya langsung menganjurkan rawat inap. Aku mencoba kembali mengingat apa yang menyebabkan bayiku sampai muntaber. Apa yang dikonsumsinya. Ah ternyata aku tadi pagi memasak menu kerang. Tepatnya aku membeli kerang kupas di suatu kedai. Yang ku tahu kerang yang kubeli saat itu masih terlihat segar. Pagi itu, bayiku nyemil kerang goreng yang kumasak untuk sarapan. Fix, penyebab anakku diare adalah kerang ini. Mungkin kerang yang kumasak mengandung bakteri atau alga yang menyebabkan seseorang menjadi keracunan kerang. Mungkin kerang yang kubeli bukanlah kerang yang segar. Aku pun sebenarnya tidak terlalu mengerti membedakan mana yang segar dengan yang tidak segar.

Intinya, aku sangat menyesal dan trauma membeli kerang kupas lagi. Dan sekarng di hari ketiga bayiku dirawat, masih saja diare namun perasaanku lebih tenang karena tetap ada cairan yang masuk lewat infus untuk menggantikan cairan yang keluar saat diare. Dan Alhamdulillah aku bisa lebih cepat membawanya ke UGD sebelum si bayi mengalami dehidrasu berat. Untuk kita dan siapapun yang membaca tulisan ini, please kalian wajib make sure segala bahan bangan yang kalian beli wajib segar. Dan yang pasti kerang ini lumayan membuatku trauma.

Selasa, 07 Januari 2025

SETELAH YOLO, TERBITLAH YONO 2025

 

Oleh : Nesya Ardella Simamora

Hai, pernahkah kalian mendengar istilah YOLO ? atau mungkin baru-baru ini kalian mendengar kata YONO ?. Baru-baru ini sebuah akun instagram bernama Good News From Indonesia memposting sebuah istilah ini untuk mengawali tahun baru 2025. Ternyata istilah ini mempunyai makna YOLO (You Only Live Once). Yaitu gaya hidup yang mengutamakan pengalaman dan kesenangan sesaat, tanpa terlalu memikirkan masa depan. Cenderung FOMO (Fear of Missing Out). Semua tren ingin diikuti agar terlihat tidak ketinggalan zaman dan agar mendapat pengalaman “pernah”. Akhirnya menimbulkan perilaku konsumtif yang berlebihan, impulsif terhadap suatu hal yang baru padahal tidak perlu, dan hedonis yaang berakhir mubazir, tidak menghargai uang dan akhirnya gagal secara manjemen finansial akibat prinsip “Ah hidup Cuma sekali” ini.

Ternyata memasuki tahun 2025, terdapat pergeseran gaya hidup menjadi YONO (You Only Need One) yang menekankan kepada gaya hidup minimalis, sederhana dan menghindari perilaku konsumtif yang berlebihan. Di tahun 2025 ini banyak orang yang sudak melek finansial, istilah frugal living juma banyak muncul di media social. Perilaku ini sangat menimbulkan efek yang positif terhadap lingkungan terutama. Berkurangnya limbah pakaian yang sebelumnya sempat menjadi problem akibat tren fast fashion. Dan hal ini sangat baik untuk keberlanjutan lingkungan kita dan Kesehatan finansial tiap orang yag menjalankannya. Perubahan gaya hidup ini ternyata disebabkan tuntutan inflasi dan resesi yang mendorong seseorang harus menekan biaya hidup. Dan ternyata tren YOLO ini sangat befek terhadap Kesehatan mental seseorang. Biasanya orang yang selalu FOMO selalu merasa tidak puasa, haus validasi dan cenderung lebih stress akibat tuntutan model-model fashion yang tak habisnya untuk diikuti sehingga memakan budget yang cukup banyak. Sebalknya, orang-orang yang yang memilih untuk hidup secara sederhana akan lebih tenang, tidak focus terhadap validasi orang lain dan lebih sehat secara mental dan keuangan.

Lalu, kamu apakah sudah menjalankan gaya hidup YONO ini ? mari kita mulai tahun 2025 ini untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Tinggalkan kebiasaan buruk yang lama itu, mari kita sambut 2025 dengan gaya hidup yang lebih bijak.

 

Efek Meng-ASIhi Dengan Perilaku Anak Nanti

 

Oleh : Nesya Ardella Simamora

Meng-ASIhi adalah proses yang sangat luar biasa. Salah satunya adalah bonding antara ibu dan anak. Ikatan emosional yang tercipta lewat moment meng-ASIhi ini menurut saya sangat mempunyai efek yang luar biasa terhadap kemudahan kita dalam mengatur anak dan membentuk anak menjadi pribadi yang baik. Dalam proses meng-ASIhi ternyata Sang Ibu sedang mentransfer kasih saying dan rasa aman lewat sentuhan kulit dan tatapan mata sang ibu dan sang anak. Sehingga timbullah rasa aman dan kepercayaan sang anak kepada orang tua sehingga dalam proses pengasuhan anak kedepannya sangat lebih mudah karena sang anak percaya bahwa sang Ibu adalah tempat ia mendapat kasih saying dan tempat yang nyaman. Dalam suatu penelitian mengungkapkan bahwa pemeberian ASI di tahun pertama kehidupan ank sangat berpengaruh tehadap tahap perkembangan selanjutnya yaitu tahap perkembangan emosional. Berdasarkan penelitian tersebut diketahui bahwa pemberian ASI merupakan suatu variabel penting bagi perkembangan seorang individu terutama dalam hal Kesehatan emosionalnya. Adapun faktor pendukung lainnya dalam pembentukan mental emosional seorang anak yaitu pendidikan ibu, pengetahuan dan sikap seorang ibu juga menjadi faktor penunjangnya.

Itulah sebabnya, didalam Alquran jelas Allah SWT menyuruh para ibu untuk menyusui pada surat Al-Baqarah ayat 233. Ayat tersebut berbunyi, "Dan para ibu, hendaklah menyusukan anak-anak mereka dua tahun penuh, (yaitu) bagi siapa yang ingin menyempurnakan penyusuan.

Sementara fenomena sekarang ini banyak dijumpai para ibu yang lebih memilih memberikan susu formula kepada anaknya  tanpa indikasi tertentu. Hanya karena para ibu ini enggan payudaranya mengendur atau lain sebagainya. Padahal memberikan ASI adalah perintang dari Allah langsung. Maka untuk para ibu yang mempunyai masalah dalam meng-ASIhi , ayo kita upayakan terlebih dahulu. Apalagi para newmom yang masih sangat minim pengetahuan, ayo kita belajar dan jika menemui masalah jangan langsung menyerah. Temui konselur menyusui atau membacalah. Saat ini sudah banyak informasi dan media belajar yag bis akita akses. Jangan malas ya bunda-bunda. Karena manusia-manusia yang hebat kuncinya ada di seorang Ibu.

Minggu, 05 Januari 2025

Ketipak-Ketipuk Sayang, Baju Raya Dah Beli Ke Sayang ?

 


Oleh : Nesya Ardella Simamora

 

Sebagai perempuan, saya sangat memahami sifat dasar perempuan yang menyukai shopping atau berbelanja, suka koleksi, suka hal-hal yang lucu dan gemesin. Apalagi setiap momen lebaran, beli baju baru adalah suatu budaya yang wajib dilakukan. Bahkan parahnya, ada yang berprinsip jika baju yang dipakai sudah pernah di unggah ke  Instagram, maka wajib tidak boleh dipakai dan di posting untuk yang kedua kalinya. Jadi setiap kali akan hangout  Bersama teman misalnya, wajib beli baju yang baru. Ini yang disebut dengan fast fashion.

Pasti istilah fast fashion ini sudah tak asing lagi ditelinga kita. Model pakaian yang sudah tidak tren dan akhirnya kita harus membeli pakaian yang sedang tren, dengan harga yang murah namun kualitasnya tidak tahan lama, mudah using dan tidak berkualitas. Namun diproduksi secara cepat dan banyak karena memnuhi permintaan pasar.  Dengan demikian fast fashion ini banyak memiliki dampak negatif terutama terhadap lingkungan. Produsen fast fashion memilih menekan biaya produksi agar bisa menghasilkan produk yang murah namun bisa memenuhi permintaan pasar dan sesuai dengan tren yang kekininan. Akibatnya banyak yang menggunakan bahan pewarna textile yang tidak ramah lingkungan. Selain itu, banyak produsen yang menggunakan bahan polyester karena cenderung lebih murah. Namun, polyester sebagai bahan tekstile sintesis tidak dapat terurai secara hayati sehingga limbahnya dapat mengeluarkan mikroplastik yang dapat merusak ekosistem.

Nah, jika kita sudah tau dampak negatif dari fast fashion ini, apakah kita masih mau mengikuti tren yang tidak ada habisnya dan menjadi korban atas Tindakan kita sendiri ?. tentu jika kita menggunakan akal kita dengan baik, kita akan memilih untuk mengatakan tidak. Lalu, apa langkah-langkah yang bisa kita lakukan agar kita terhindar dari FOMO fast fashion ini ?. mulai sekarang kitab isa memikirkan untuk membeli sesuatu yang benar-benar butuh. Belilah jenis fashion yang timeless atau tidak termakan zaman sehingga kita tidak disibukkan untuk berfikir bahwa fashion yang kita pakai jadul atau kuno. Manfaatkan barang yang dimiliki dengan teknik capsule wadrobe yaitu konsep berpakaian yang sederhana dengan memilih pakaian yang multifungsi dan mudah di padu padankan dengan pakaian yang lain sehingga seperti kelihatan menggunakan model pakaian yang berbeda padahal hanya mencocokkan pakaian yang satu dengan yang lainnya. Semoga berhasil .

Benarkah Kucing Bisa Membuat Kemandulan ?

 


Oleh : Nesya Ardella Simamora

               Kucing adalah hewan yang sangat disenangi banyak orang sebagai hewan peliharaan. Tak jarang hamper disetiap rumah warga Indonesia ada yang memelihara hewan kucing bahkan lebih dari satu ekor. Kucing memang hewan yang lucu apalagi banyak jenis kucing yang saat ini kita lihat, bahkan dengan harga yang fantastis pun tak sedikit orang yang rela mengeluarkan kocek untuk mengadopsi hewan kucing ini. Apalagi bagi seorang muslim, hewan kucing ini adalah hewan yang paling disenangi oleh Rasulullah SAW. Namun banyak informasi menyatakan bahwa kucing dapat membuat kemandulan. Benarkah ?.

               WHO mendefenisikan kemandulan adalah suatu penyakit pada sistem reproduksi wanita dan pria yang ditandai kegagalan dalam kehamilan atau ketidakmampuan untuk hamil. Banyak faktor yang menyebabkan kemandulan seperti gangguan hormonal, merokok, infeksi menular seksual, obesitas, atau kondisi dan penyakit tertentu yang menyebabkan tidak bisa hamil yaitu penyakit dengan infeksi Toksoplasma. Toksoplasma ialah penyakit yang disebabkan oleh parasit bernama Toksoplasma Gondi. Toksoplasma Gondi ini bisa menginfeksi hewan seperti kucing dan menjadikan kucing sebagi inangnya dan media penularannya adalah kotoran kucing. Jadi yang menyebabkan kemandulan bukanlah kucing itu sendiri melainkan parasit Toksoplasma yang menginfeksi kucing lalu kucing yang terinfeksi tersebut mengeluarkan tinja yang tercemar toksoplasma. Dan ketika manusia kontak dengan dengan tinja tersebut maka terjadilah penularan. Namun bukan hewan seperti kucing saja yang bisa terinfeksi, menurut dinas peternakan dan Kesehatan hewan hewan lain seperti burung, kelinci, anjing, tikus, babi, kambing, mamalia lainnya, bahkan manusia juga bisa terinfeksi.

               Telur toksoplasma yang keluar Bersama tinja hewan yang terinfeski itu dapat hidup selama setahun di tanah. Jika tertelan manusia, telur akan membiak lalu masuk ke jaringan otak, jantung dan otot. Lebih bahaya jika yang terinfeksi adalah ibu hamil. Janin juga akan ikut terinfeksi toksoplasma dan menyebabkan kondisi medis yang serius seperti keguguran, kehamilan premature, bahkan kecacatan. Pada bayi bisa mengakibatkan enchepalus ( tanpa tulang tengkorak), hydrocephalus (pembesaran kepala) atau bahkan kematian.

Pada kebanyakan orang yang mempunyai imunitas tubuh yang kuat, infeksi toksoplasma ini sering tidak menimbulkan gejala dan biasanya orang yang mendapat gejala toksoplasma yang parah yaitu, ibu hamil, orang dengan system kekebalan tubuh yang lemah termasuk pengidap HIV, dan bayi baru lahir. Gejala toksoplasma yang parah yaitu menyerang otak, mata dan organ lainnya.

Nah pertanyaan berikutnya, apalah toksoplasma menyebabkan kemandulan ?. Dalam beberapa penilitian mengungkapkan dalam siklus hidup Toksoplasma, setelah menelan parasit ini, biasanya parasit ini akan terlokalisasi di organ yang berbeda termasuk organ reproduksi pria dan Wanita. Jadi, beberapa infeksi dapat menyebabkan beberapa efek buruk pada fungsi reproduksi. Jadi beberapa hal pencegahan dapat dilakukan untuk menghindari terinfeksi dari parasite Toksoplasma ini.

Untuk para pecinta hewan terutama kucing, bukan tidak boleh memelihara kucing. Namun sebaiknya kebersihan kucing tersebut. Gunakan sarung tangan ketika membersihkan kotorannya. Sering lah membersihkan kandangnya dan pastikan kucing tidak memakan tikus. Karena kebanyakan kucing yang terinfeksi toksoplasma ialah kucing liar dibanding kucing yang dipelihara dan makanannya terjaga.  

Jumat, 03 Januari 2025

Wanita Muda Beberapa Tahun Lalu

 

Oleh : Nesya Ardella Simamora

 

               Aku seorang Wanita muda beberapa tahun lalu, yang isi kepalanya banyak rencana, banyak cita-cita, banyak maunya tapi kadang rasanya mau meledak saja. Ya, saat itu darah muda memang mengalir deras di venaku. Wanita yang dulunya selalu ingin menantang dirinya. Berpetualang hingga jauh ke ujung negeri. Merasakan hidup ditempat yang asing dan jauh dari hingar bingar. Keluar dari comfort zone. Merantau. Karena ‘katanya’ orang yang berilmu dan beradab tidak diam beristirahat di kampung halaman. Demikian Imam Syafi’I memberi nasehat. Mendengarnya membuat wanita muda beberapa tahun lalu membara semangatnya. Pergi mencari hikmat di titik bumi Indonesia lainnya. Bahkan menghilang bertahun bak ditelan bumi. Ya ! Aku pernah hilang menyatu dengan hutan di pedalaman Papua. Diperbatasan negeri tanpa sinyal, tanpa listrik dan hidup jauh dari peradaban kota. Sebegitunya darah muda yang mengalir saat diriku masih bisa dibilang “gadis petualang”. Semua hal ingin kucoba dan prinsipnya hanya “push your limit nesya !”. Hingga saat ini kalau membayangkan kondisi waktu itu, aku masih  bertanya-tanya, wah, bisa ya ternyata aku hidup disana dan kembali dengan ‘hidup-hidup’. (Hahhaa)

               Demikian wanita muda beberapa tahun lalu. Lantas, sekarang bagaimana kabarnya? Tanyaku pada diriku sendiri. Tetap saja masih seperti yang dulu, wanita yang penuh dengan ambisi namun sekarang langkah kakinya yang menjadi agak  sempit. Tak bisa sebebas burung yang dulunya terbang sesuka hati kemanapun dan kapanpun. Kini wanita itu bertransformasi menjadi seorang Ibu.  Ibu dengan tiga anak. Sudah lama pun rasanya tak menghirup aroma bandara, yang dulunya bandara itu tempat hibernasi. Tak mudah menjadi seorang ibu ternyata ya ! hahhaa You know what I mean. Tapi terlepas dari segala yang kusebut ‘kebebasan, keterbatasan’ tak bisa mengalahkan kesyukuranku atas gelar ibu yang kusandang saat ini. Kurasa ini kasta tertinggi dari semua  challenges yang sengaja kuambil.

               Kenapa? Satu alasan utama yaitu pahalanya di hadapan Allah itu yang gak main-main. Wanita dengan kodratnya menjadi seorang ibu. Allah telah men-design sebegitu luar biasanya makhluk Wanita ini,  Allah menyiapkan sebuah tempat Bernama Rahim didalam tubuhnya. Tempat seorang makhluk Allah tumbuh hingga nanti dilahirkan kedunia. Dan menjadi madrasah pertama bagi makhluk yang dilahirkannya adalah peran yang luar biasa. Peradaban ini ternyata memang dimulai dari seorang Wanita. Bagaimana bentuk peradaban kedepannya, itu ditentukan bagaimana Wanita-wanita dimuka bumi ini menjalankan perannya sebagai sekolah pertama bagi seorang insan di bumi ini. Interesting !.

               Wanita muda beberapa tahun lalu hanya seorang manusia biasa yang kadang dalam prosesnya yang kini menjadi seorang ibu pun tak jarang menjumpai banyak kerikil-kerikil. Bukan kerikil bahkan, kadang malah bongkahan bebatuan yang yang mau disingkarkan udah gak bisa. Aku sebut bongkahan bebatuan ini adalah “rasa syukur”. Ya, disebut sebagai bongkahan bebatuan besar jika diri ini kehilangan rasa syukur.  Karena merasa jenuh, merasa dirinya tak seperti dulu lagi, merasa mimpinya habis terkubur, merasa tak bisa melanjutkan cita-cita. Hanya karena saat ini dia harus struggle dengan segala prosesnya seorang ibu, merawat dan menjaga anak-anaknya. Dia kehilangan jati diri. Dia lupa apa yang didepan matanya ada nikmat yang luar biasa. Semua kenikmat yang ada sudah tak tampak lagi dimatanya karena tertutup oleh hilangnya rasa Syukur. Dulu kamu mengenal istilah ‘hibernasi’. Sekarang mengapa tak sebut saja bahwa ini adalah saat kamu hibernasi dahulu sebelum melanjutkan segala cita-citamu yang tertunda. Fokus dulu denga napa yang ada dihadapanmu saat ini. Semua impianmu pasti akan menunggu waktumu yang tepat untuk dijemput. Mereka tidak kemana-mana. Mereka tetap ada difikiranmu. Semua ada waktunya. Jalani saja dan nikmati segala proses yang ada didepan matamu saat ini. Nanti kita berjumpa di saat yang tepat lagi tentu dengan versi Wanita muda beberapa tahun lalu yang sudah agak tak muda. Mwehehe. Good luck duhai wanitaku.  

Kamis, 02 Januari 2025

Buat Trend “FOMO” Healthy Life Style

Oleh : Nesya Ardella Simamora   

Berbicara tentang peningkatan derajat kesehatan Masyarakat maka kita harus memperhatikan faktor-faktor determinan Kesehatan Masyarakat. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi Kesehatan Masyarakat adalah  faktor lingkungan, faktor gaya hidup, faktor pelayanan Kesehatan, dan faktor genetik. Dari keempat faktor tersebut, faktor yang sangat mempengaruhi adalah faktor lingkungan dan faktor gaya hidup. Namun, sering sekali Masyarakat focus kepada pelayanan Kesehatan yang bersifat kuratif dan rehabilitative saja. Banyak sekali Masyarakat yang berobat ke fasilitas Kesehatan dibanding dengan melakukan pencegahan dengan memperhatikan faktor utama penyumbang peningkatan derajat Kesehatan yaitu faktor lingkungan dan faktor gaya hidup.

               Pencegahan lebih baik dilakukan dibanding pengobatan. Dimulai dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memperbaiki serta menjalani pola hidup bersih sehat. Inilah yang perlu dipromosikan kepada Masyarakat lewat pelayanan Kesehatan primer seperti puskesmas yang ada ditiap daerah. Jika faktor determinan seperti lingkungan dan gaya hidup diperbaiki, maka derajat Kesehatan Masyarakat dipastikan akan dapat meningkat.

Lalu, apa langkah strategis yang bisa diterapkan agar tujuan peningkatan Kesehatan Masyarakat dapat diwujudkan ? Saat ini sudah banyak media media promosi yang beredar berisikan informasi tentang Kesehatan. Namun apakah hanya cukup sekedar memberikan informasi Kesehatan  yang hanya berisi tulisan-tulisan yang mungkin bahkan orang enggan untuk membacanya. Atau hanya sekedar cuap-cuap didepan forum sosialisasi lalu berharap derajat Kesehatan Masyarakat akan meningkat ?.

Menurut saya sudah saatnya kita memakai satu jurus yang mempunyai pendekatan lebih efektif kepada masyarakat. Data dari badan pusat statistik tahun 2024 tercatat bahwa demografi Indonesia saat ini diisi oleh paling banyak usia 15-34 tahun. Ini artinya penduduk Indonesia saat ini dominan adalah usia produktif. Atau lebih dikenal dengan istilah Gen Millenial ataupun Gen Z. Banyaknya influencer media social seperti tiktok ataupun Instagram “seliweran” dengan konten-konten menariknya sehingga menimbulkan istilah FOMO (Fear of Missing Out). Saat ini segala trend yang muncul harus banget diikuti. Karena kalau tidak, terutama gen Z akan merasa tertinggal. Sejatinya manusia ini sangat suka meniru. Apalagi melihat visual yang ada dihadapannya sangat menarik, otak manusia langsung bisa merespon dan memprosesnya dengan lebih cepat.

Maka saya terpikir kenapa gaya hidup sehat tidak dijadikan sebuah trend yang digaungkan oleh para influencer atau role model ataupun yang sering Gen Z sebut sebagai selebgram atau tiktokers. Saya terfikir bagaimana pemerintah berjalan dan bekerja sama dengan anak-anak muda dengan menjadikan anak-anak muda konten creator ini sebagai “Agent Rahasia” dalam menyebarkan dan membangun trend FOMO healthy life style ini. Jadi Pemerintah bisa merekrut para influencer yang mempunyai pontensi tinggi dan concern dengan healthy life style ini dan membuat langkah strategis untuk membangun paradigma dan kebiasaan bahwa anak muda itu keren kalau  melek tentang  Kesehatan diri sendiri.

Nah, Agen Rahasia ini gak perlu di beritahu kepublik. Nanti malah terbangun kesan “Oh, ya wajar sih dia buat konten yang sehat-sehat kan dia memang kerja nya itu”. Karena memang pola berfikir manusia itu agak unik ya, jadi usahakan misi ini tetap rahasia agar proses membangun trend FOMO healthy life style nya lebih tepat dan berjalan mulus. Agen Rahasia yang telah direkrut oleh pemerintah harus bersatu dan secara massive membuat konten-konten menarik yang membuat para viewers ingin mengikuti healthy life style mereka.

 

 

 


Rabu, 01 Januari 2025

Yakinkah Eliminasi TB 2030 ?

oleh : Nesya Ardella Simamora

                

Indonesia dalam catatan laporan World Health Organization (WHO) dikatakan sebagai penyumbang kasus TBC tertinggi nomor dua di dunia setelah India dan saat ini dari tahun 2020 hingga tahun 2023 dilaporkan jumlah penderita TBC di Indonesia semakin meningkat.Mengapa hal ini bisa terjadi ? Bukankah Indonesia mempunyai visi “Eliminasi TB 2030” yang kelihatannya tidak sejalan dengan laporan yang menyatakan bahwa terjadi peningkatan kasus TB di Indonesia. Bukannya malah berkurang ditiap tahunnya malah sebaliknya. 

                Mengapa TB di Indonesia masih belum bisa dibasmi ? Apakah masalahnya terletak di anggaran yang kurang ? Namun hal ini sangat mustahil untuk dijadikan sebuah alasan mengapa permasalahan TB ini masih belum bisa ditangani secara tuntas karena sejauh ini sudah banyak bantuan dari luar negeri dan komitmen bersama secara internasional dan nasional yang dituangkan dalam End TB Strategy. Jika bukan titik permsalahannya terletak dianggaran, jadi apakah yang membuat TB ini semakin merajalela jumlah kasusnya ?

               Memang permsalahan Tb ini adalah suatu perkara yang holistik. Faktor resikonya yang banyak mulai dari faktor gizi, faktor lingkungan, faktor ekonomi dan juga bahkan faktor kepercayaan. Masih banyaknya mansyarakat Indonesia yang hidup dibawah garis kemiskinan. Sehingga untuk memenuhi standar makanan bergizi setiap harinya, banyak masyarakat yang masih belum mampu. Sehingga gizi yang tak terpenuhi menyebabkan seseorang mengalami penurunan imunitas dan akhirnya sangat mudah  diserang penyakit. Rumah yang berdempetan dan sangat kekurangan ventilai menimbulkan lingkungan yang lembab dan sangat disukai oleh bakteri untuk berkembang sehingga kejadian TB sangat mudah sekali terjadi. Dan masalah kepercayaan bahkan menjadi faktor resiko TB. Masayarakat terutama yang tinggal didaerah pedesaan masih sangat mempercayai hal mistis. Tidak sedikit yang masih percaya bahwa seseorang yang dijumpai batuh darah masyarakat setempat masih menyimpukan bahwa  seseorang yang batuk darah tersebut adalah korban guna-guna yang akhirnya tidak diobati dengan tepat.

               Melihat berbagai permasalahan ini, bisa kita tarik kesimpulan bahwasanya , penyakit TB ini adalah masalah yang sangat kompleks. Untuk itu dalam memberantasnya, diperlukan keterlibatan banyak pihak. Bukan hanya tugas seorang tenaga kesehatan namun upaya ini perlu dilakukan secara gotong royong. Pemerintah Pusat dan daerah, Tenaga Kesehatan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Masyarakat itu sendiri. Sudah saatnya kita berfikir untuk tidak hanya sekedar memberikan informasi demi informasi kepada masyarakat. ta[i sejatinya kesehatan masyarakat itu adalah membuat strategi-strategi pendekatan yang tepat kepada masyarakat. 

               Jika semua elemen bersatu saya yakin visi eliminasi TB 2030 di Indonesia pasti akan bisa kita wujudkan.Promosi kesehatan bukan lagi sekedar membagikan leaflet atau sejenisnya, tapi sudah saatnya kita berfikir langkah-langkah inovatif yang bisa kita lakukan untuk menyelesaikan masalah yang holistik ini.

 


Kamis, 21 Juni 2018

Ribet nikah di Binjai ? BINJAI punya prosedur menikah yang berbeda ? Pertama di INDONESIA


oleh : Nesya A. Simamora

        Judul diatas sebuah pertanyaan atau pernyataan dari kamu ga sih ? mungkin bakal penasaran kenapa aku kasih judul ini ditulisanku kali ini. Okey, baiklah akan aku curhatkan segala isi perasaanku. Btw guys, aku baru aja melangsungkan pernikahan tanggal 10 April 2018 lalu, di kota kelahiranku Binjai tercintaaahhh….
     Alhamdulillah segalanya lancar setelah beberapa ketakutan-ketakutan yang menurut orang lain “wajar” untuk dialami calon pengantin dan apalagi aku gak stay di Binjai. Saat itu dan sekarang aku tinggal di Lampung untuk menyelesaikan amanah suci, Eaak !! kebetulan aku mengikuti salah satu program prioritas nasional dari kementerian kesehatan setelah sebelumnya aku ditugaskan di Papua selama 2 tahun dan aku melanjutkan penugasan yang kali ini ditempatkan di Lampung, juga akan tinggal disini 2 tahun kedepan. Beside, calon suamiku yang sekarang udah jadi suami ( #yihaaa…) juga tinggal di Jakarta, sehingga segala urusan pernikahan ini aku sangat mengandalkan keluarga tercinta di Binjai. Baik dari segala dokumen persyaratan nikahku hingga segala pernak-pernik pernikahanku mulai dari yang terkecil hingga yang ribet-ribetnya.

             Nah, karena jarakku yang jauh, menjadi salah satu kendala yang cukup berarti menurutku. Aku awalnya berfikir untuk mendaftar pernikahan di KUA Binjai, hanya akan berhubungan dengan dokumen persyaratan pernikahan yang aku gak akan jelaskan apa aja dokumennya ditulisan ini ya guys, bisa browsing kan ? hehe

       Dokumen persyaratan telah aku dan calon suamiku lengkapi pada saat itu. Memang agak mepet sih, dari jarak pendaftaran ke KUA ke hari-H pernikahan hanya tinggal tersisa 2 minggu lagi. Tiba-tiba aku di telfon untuk diminta segera standby di Binjai. Karena berhubung pekerjaan yang ada di Lampung ini tak bisa aku tinggalkan, aku mulai bingung.  Ternyata di Binjai, peserta calon pengantin harus mengikuti bimbingan wajib serta beberapa persyaratan lainnya yang mewajibkan calon pengantin yang bersangkutan harus mengikutinya dan tidak bisa didispensasi.
What ???? aku baru dengar yang beginian, Setelah menjelaskan ke pimpinan, awalnya memang pimpinan sempat bingung dan bertanya kenapa buru-buru dan terlalu cepat untuk mengambil cuti? Setelah aku jelaskan blab bla bla. Akhirnya aku bisa pulang ke Binjai lebih cepat.
  
         Okey, introduction-nya udah cukup kali ya, nah sekarang masuk ke inti. Ternyata Walikota Binjai, bapak HM Idaham telah mengeluarkan peraturan yang mengatur mengenai pernikahan di kota Binjai itu sendiri. Nah, dengan dikeluarkannya peraturan tersebut, warga Binjai yang akan melangsungkan pernikahan harus melewati beberapa tahapan diantaranya test urine, suntik TT (Tetanus toxoid) dan bimbingan konseling langsung dari psikolog. Untuk mengakomodir kegiatan ini, maka pemerintah kota Binjai membuka Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (Pusyan Gatra). Yang melatarbelakangi program ini adalah keprihatinan atas semakin meningkatnya jumlah perceraian disebabkan masalah ekonomi dan penyalahgunaan narkoba. Juga dengan adanya Pusyan Gatra ini, diharapkan dapat menekan angka pengguna narkoba yang ada di Kota Binjai.

         Lantas, gimana dong kalau ada yang ternyata ketahuan mengkonsumsi narkoba ?
Nah, kepala BNNK Binjai, AKBP Safwan Khayat mengatakan, bagi pasanagn calon pengantin yang ternyata dijumpai positif mengkonsumsi narkoba akan dilakukan penilaian (Asessment) terlebih dahulu dan akan diinformasikan ke keluarga yang bersangkutan. Apakah akan menerima calon pasangannya yang terjangkit narkoba, dengan cara menikah terlebih dahulu lalu dilakukan rehabilitasi atau PUTUSSSSSSSSS….. huhuhu (Lo gue End) !!! Hal ini diserahkan ke keluarga.

    Dan juga proses rehabilitasi akan dilakukan tergantung sejauh mana yang bersangkutan mengkonsumsi narkoba, jika yang bersangkutan adalah golongan pemakai ringan, akan dilakukan rehabilitasi jalan. Sedangkan untuk pemakai berat, maka akan dilakukan rehabilitasi inap, begitu menurut bapak Safwan Khayat.

         Dan ternyata guyss, fyi, Program Pusyan Gatra ini adalah Pertama di Indonesia. Binjai memiliki prosedur menikah yang ketat dan mudah-mudah dapat menekan jumlah para pengguna Narkoba. Semoga dapat menginspirasi wilayah-wilayah lain di Indonesia.

        Jadi kesimpulannya, dibalik kerempongan yang aku alami akibat jarak yang jauh, ada misi yang hebat…. #Ahaha. Untuk Binjai yang bersih dari NARKOBA, patuhilah dan ikutilah prosedur yang ada. Dan bagi anak muda Binjai, NARKOBA bisa menghancurkan SEGALANYA !! Menghancurkan diri sendiri, menghancurkan kehormatan keluarga dan menghancurkan CINTA !!! Makanya !! Jauhi Narkoba, dekati Sang Pencipta !!!

Hidup Binjai !!! Bangga Jadi ANAK MUDA BINJAI !! BINJAI CERDAS !!

AKU MENURUT TES INI. TEST 16 PERSONALITIES MBTI




AKU MENURUT TES INI.


Setiap hal yang Anda lakukan benar sekarang bergerak perlahan dan memengaruhi semua orang. Postur Anda dapat menerangi hati Anda atau menularkan kecemasan. Napas Anda dapat memancarkan cinta atau mengeruhkan ruangan dalam kegundahan. Lirikan Anda dapat melahirkan kesenangan. Kata-kata Anda dapat menginspirasikan kebebasan. Setiap tindakan Anda dapat membuka hati dan pikiran.

Protagonis pemimpin yang dilahirkan alam, penuh gariah dan karisma. Mencapai sekitar dua persen dari populasi, kepribadian ini seringkali menjadi politis, pelatih dan guru kita, mendukung dan menginspirasi orang lain untuk berprestasi dan melakukan kebaikan di dunia ini. Dengan rasa percaya diri alami yang melahirkan pengaruh, Protagonis sangat bangga dan senang memandu orang lain untuk bekerja sama guna memperbaiki mereka dan masyarakat mereka.
SANGAT PERCAYA PADA ORANG
Orang tertarik ke dalam kepribadian yang kuat, dan Protagonis memancarkan keaslian, kepedulian dan mementingkan orang lain, tidak takut berdiri dan berbicara ketika mereka meresa ada hal yang perlu disampaikan. Mereka merasa alami dan mudah berkomunikasi dengan orang lain, khususnya secara langsung, dan sifatnya yang berwawasan membantu orang dengan tipe kepribadian Protagonis untuk mencapai setiap pikiran, baik melalui fakta dan logika maupun emosi mentah. Protagonis dengan mudah dapat melihat motivasi orang dan kejadian yang terlihat tidak berhubungan, dan mampu menyatukan ide ini serta mengomunikasikannya sebagai tujuan umum dengan kepandaian berbicara yang selalu memukau.
Ketertarikan Protagonis terhadap orang lain adalah murni, hampir berlebihan – ketika orang dengan tipe kepribadian ini memercayai seseorang, mereka dapat menjadi terlalu terlibat dalam masalah orang lain, terlalu percaya kepada mereka. Untungnya, kepercayaan ini cenderung menjadi ramalan nyata, karena sifat mementingkan orang lain dan keaslian Protagonis menginspirasi orang yang mereka pedulikan untuk menjadi lebih baik. Namun jika kepribadian ini tidak berhati-hati, mereka dapat memiliki optimisme berlebihan, yang terkadang mendorong orang lebih jauh daripada yang dikehendaki orang tersebut.
Protagonis juga rentan terhadap jebakan orang lain: mereka memiliki kapasitas besar untuk merefleksikan dan menganalisis perasaan mereka sendiri, tetapi jika mereka terlalu tenggelam dalam keadaan orang lain, mereka dapat membentuk hipokondria emosional, melihat masalah orang dalam diri mereka, mencoba memperbaiki sesuatu dalam diri mereka padahal tidak ada yang salah. Jika kepribadian ini mencapai titik di mana mereka tertahan oleh batasan yang dialami orang lain, itu dapat menghambat kemampuan Protagonis untuk melihat dilema dan memberi bantuan sama sekali. Jika ini terjadi, penting bagi Protagonis untuk menahan diri dan menggunakan refleksi diri tersebut untuk membedakan antara hal yang mereka benar-benar rasakan, dan hal yang merupakan masalah terpisah yang harus dibicarakan dari perspektif lain.
...PERJUANGAN TIDAK BOLEH MENGHALANGI KITA DARI DUKUNGAN ATAS TINDAKAN YANG KITA PERCAYAI ADIL
Protagonis adalah orang yang memiliki kepedulian asli, yang membuktikan apa yang dikatakan dan melaksanakan apa yang harus dilaksanakan, dan tidak ada yang membuat mereka lebih bahagia daripada memimpin pasukan, menyatukan, dan memotivasi mereka dengan antusiasme yang menular.
Orang dengan tipe kepribadian Protagonis altruis yang sangat bersemangat, bahkan terkadang berlebihan, dan mereka tidak mungkin takut menghadapi risiko saat berdiri untuk orang dan ide yang mereka percayai. Tidak mengherankan jika banyak Protagonis terkenal adalah politikus berpengaruh dan pemimpin budaya – tipe kepribadian ingin memimpin menuju masa depan yang lebih cerah, baik dengan memimpin negara menuju kesejahteraan, atau memimpin tim softball anak-anak untuk meraih kemenangan dengan susah payah.


Kamis, 25 Januari 2018

PERINGATAN HARI GIZI NASIONAL (HGN) PUSKESMAS SENDANG AGUNG




doc.nesya


Kamis, 25 Januari 2018 Puskesmas Sendang Agung Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke 58 dengan tema bersama membangun gizi menuju bangsa sehat dan berprestasi. Tema besar yang digunakan ini merupakan tema pada HGN tahun lalu dengan sub tema cegah stunting. Pemilihan tema ini berkaitan dengan kemandirian keluarga dalam 100 hari pertama kehidupan (HPK) untuk pencegahan stunting yang masih menjadi fokus utama.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kejadian ini bias terjadi jika bayi sejak dalam kandungan dan pada masa awal kelahiran mengalami kekurangan gizi.
Pada peringatan hari gizi nasional ini, puskesmas sendang agung membuat beberapa rangkaian kegiatan : penyuluhan tentang cegah stunting kepada seluruh wali murid, senam sehat, sarapan bersama dan pemeriksaan kesehatan untuk murid-murid. Kegiatan ini diikuti sekitar 400 murid dari 5 sekolah dasar dan TK serta berkisar 100 orang wali murid.







Dalam sambutan singkatnya, kepala puskesmas sendang agung bapak Ilmu Jadid,S.Kep menerangkan bahwa sudah seharusnya kita membiasakan diri dengan pola hidup yang sehat. Salah satunya dengan pola makan 3B (bergizi, berimbang, dan beragam. Beliau sangat menghimbau kepada wali murid yang hadir untuk fokus memperhatikan gizi anak yang berimbang karena stunting adalah masalah yang harus kita selesaikan bersama.

Penyuluhan tentang stunting diisi oleh dr.Uswatun Hasanah dan bidan purwati. Didalam penyuluhan dr.Uswatun Hasanah dapat disimpulkan bahwa untuk mencegah gizi buruk dan stunting , perlunya kita memberikan asupan nustrisi yang baik pada ibu hamil dan menyusui, memberikan asupan gizi yang baik pada anak serta ASI eksklusif pada bayi hingga usia 6 bulan serta pola hidup bersih sehat. Penyuluhan berjalan dengan sangat baik ditandai dengan seluruh wali murid sangat antusias mengikuti paparan penyuluhan dan aktif bertanya. Hal ini membuktikan bahwa informasi kesehatan sangat diperlukan oleh masyarakat sehingga puskesmas sendang agung berupaya penuh untuk dapat memberikan informasi kesehatan selama pelayanan didalam maupun diluar gedung.

Adapun Nesya Ardella SImamora selaku analis kesehatan puskesmas sendang agung juga merupakan tenaga penugasan khusus individu nusantara sehat menambahkan bahwa langkah pencegahan dan penanganan stunting ini tentu tidak dapat diselesaikan oleh pihak puskesmas sendang agung sendiri, perlu adanya sinergisitas antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi penuh atas pembangunan kesehatan khususnya di kecamatan sendang agung, mengingat permasalahan kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak kesehatan saja. Dan Nesya berharap agar peringatan hari gizi nasional ini bukanlah sebagai ceremony rutin semata. Melainkan harus ada yang kita refleksikan agar masalah kesehatan dapat kita perbaiki bersama.


#nesya


Selasa, 26 Desember 2017

Nusantara Sehat Boven Digoel Puskesmas Kombut, PAPUA

Puskesmas Keliling Kami

Diawal kakiku bertapak di tanah adat Papua, langit terasa dekat sekali diatas kepalaku kala kutengadahkan wajahku ke atas. Suara binatang bersahut-sahutan, menggema seisi hutan. Awalnya aku takut, namun sudah satu tahun menghirup aroma hutan Papua dan menyatu dengan kehidupan disini, tak ada lagi rasa takutku. Malah mungkin nanti menjadi rindu yang teramat akan hening dan bersahajanya tempat tinggalku disini.
Jika siang, tak akan ada ramainya kampung ini. Sepi. Hanya kadang suara anjing yang bersahut-sahutan. Di awal kedatanganku,  aku mencoba menelusuri jalan kampung, mencoba kepo dengan kebiasaan-kebiasaan yang ada. Namun, anjing-anjing ini seolah ingin menerkamku, pernah hampir benar-benar diterkam. Terpelosok kebawah jurang yang untungnya tak dalam karena menghindari kejaran anjing warga yang mungkin hidungnya masih baru mengenal bau kami. Tapi syukur , akhirnya anjing itu berlalu pergi karena aku dan temanku terpelosok kebawah, kalau tidak, huh.. entahlah.
Semua warga berada didalam hutan, mencari hasil alam yang dapat diubah menjadi bahan pangan. Ada juga anak-anak yang mencari kayu kering di hutan untuk dijadikan kayu bakar untuk tungku yang mereka buat di dalam rumah. Tungku ini mengeluarkan banyak sekali asap yang mengepul-ngepul di dalam rumah. Dan semua warga disini punya kebiasaan yang sama. Tungku yang dibuat ditengah-tengah rumah ini, masih baik jika tidak ada orang yang tinggal dirumah ketika ibu-ibu mulai memasak.
Namun, malah pernah saya jumpai ketika home visit,  bayi yang di kerebungi asap. Walaaah!!! Saya langsung panik. Ternyata warga kebanyakan tidak tahu efek kebiasaan membuat tungku didalam rumah dapat merusak sitem pernafasan karena asap yang dihasilkan dari pembakaran itu. Akhirnya terjawab sudah, mengapa semua anak di kampung ini “ingusan” atau bahasa lainnyanya “pilek”.Ini sempat menjadi tanya dalam hati, anak-anak ini mungkin banyak terganggu sistem pernafasannya. Perlahan, kami mencoba mengingatkan setiap keluarga yang kami kunjungi bahwa kebiasaan tungku yang dibuat ditengah-tengah rumah itu, dapat mengganggu kesehatan mereka. Syukur mereka menyadarinya karena contoh anak yang “ingusan”  ini real dan mereka pun ternyata mengeluhkan pula tentang anak yang sering “ingusan” di kampung ini.
Jika petang hari, kampung ini mulai ramai. Warga sudah kembali kerumah setelah seharian “mengolah hutan” yang biasa mereka sebut kebun. Terlihat ibu-ibu yang dengan manik keringat dan senyum diwajahnya mengangkat tumpukan kayu kering di atas kepalanya, anak-anak yang mengangkat air, serta bapak-bapak yang dengan parang, katanya “habis babat-babat kebun, suster”.
Disini sumber air susah dijangkau, jauh dari tengah kampung. Kami biasa mengambil air harus masuk kedalam hutan dan turun kebawah jurang yang bisa dibilang tak dangkal. Itu hanya untuk air minum dan untuk memasak nasi. Biasa kami dibantu oleh seorang pemuda yang sering “bantu-bantu”  di puskesmas, Felix namanya. Dengan beko, kami bantu mendorong masuk kedalam hutan. Kadang jika terlalu larut, kami hanya menunggu di pinggir hutan. Karena biasa, banyak babi liar di hutan yang jika menyerang bukan main.
Sudah beberapa kali selama penugasan mendapati pasien emergency yang diserang babi hutan, salah satunya seorang bapak tua yang berhasil melawan serangan babi hutan meski sudah babak belur. Awalnya bapak tua ini berniat memburu babi hutan untuk pangan. Alhasil tak dapat babi hutan, malah bapak tua ini mendapat luka serius disekujur tubuh karena babi balik serang dengan taringnya yang tajam sehingga daging terabik bercecer sana sini.
Sering juga pasien luka potong terkena parang saat berkebun di dalam hutan. Suatu ketika Tuan Dusun (Tuan Tanah) tepat dibagian kaki terdapat luka potong yang bisa dikatakan cukup dalam. Tenaga medis langsung mengambil tindakan untuk melakukan tindakan jahit. Sedikit mengalami kesulitan ketika akan menyatukan dua sisi daging untu dijahit, kulit kakinya terlalu keras, sudah beberapa kali mencoba tapi tetap saja beberapa kali pula jarum untuk menjahit nyaris bengkok. Akhirnya kita meminta bantuan petugas medis dari tentara satuan tugas perbatasan RI-PNG. Sudah beberapa lama akhirnya selesai. Ternyata, diamati lagi, perdarahan tak kunjung berhenti. Dari kasa yang dililitkan, tampak darah mulai menyucur kembali. Curiga kalau pembuluh darah arteri ikut terpotong. Tanpa berlama-lama, kita mulai pontang-panting mencari kendaraan untuk merujuk pasien ke Rumah sakit bergerak di distrik tetangga.
Jalanan yang susah di jangkau, jika hujan malah makin parah. Membuat kesulitan untuk akses keluar masuk kendaraan. Ditambah lagi tidak adanya sinyal jaringan telpon di kampung ini. Jika ada emergency yang harus dirujuk dengan menggunakan ambulance,  kami harus meminta bantuan kepada TNI Satgas Pamtas RI-PNG untuk voice jalur pemancar radio militer untuk pengiriman ambulance  dari RSB ke puskesmas Kombut. Beginilah bertugas di daerah hutan dengan segala keterbatasan yang ada. Baru-baru ini, puskesmas Kombut mendapat bantuan mobil ambulance dari Dinas Kabupaten Boven Digooel. Tapi sayang, malah kita lebih baik memilih tidak menggunakannya di medan yang rusak. Tak jarang ambulance  tertanam di kubangan lumpur yang dalam, bahkan harus berjaga-jaga jika melewati jembatan-jembatan kayu yang sudah melapuk. Sudah beberapa kali mobil rusak dan harus bermalam di hutan. Maka, kami memilih untuk merujuk dengan menggunakan motor.
Motor yang disediakan dari dinas setempat untuk puskesmas kombut terdiri dari 2 motor dan 1 dari BKKBN. Namun, satu motor (KLX) sudah terbakar di insiden kebakaran sebuah bengkel dan satu lagi (YT) nyaris sering rusak karena motornya yang sudah tua. Hanya tersisa motor yang dipakai untuk segala keperluan puskemas induk dan tiga puskesmas pembantu (pustu) di kampung-kampung lain wilayah kerja puskesmas kombut yang jaraknya cukup berjauhan. Kadang, jika tidak ada motor, kita memilih untuk berjalan kaki untuk melakukan pelayanan di kampung-kampung lainnya. Yang paling dekat ialah kampung mokbiran. Biasa kami berjalan dari pukul 09.00 hingga 14.00 WIT. Dibawah teriknya matahari menelusuri jalanan hutan. Tak jarang kadang tak sengaja ular melintas didepan kami. Pemandangan yang sudah biasa. Tapi, tetap masih menakutkan.
Apalagi dibelakang barak puskesmas kami, adalah hutan. Pernah saat malam teman-teman tim sedang duduk masing-masing dengan laptop dan fokus kepada laporannya. Tiba-tiba seekor ular yang cukup besar jatuh dari langit-langit atap rumah dan langsung meninggikan kepalanya ditengah-tengah mereka. Saat itu aku sedang berada di dalam kamar dengan badan yang kurang sehat. Semua berlonjak lari ke arahku di dalam kamar dan aku terkejut seketika ketika mereka semua histeris dengan wajah yang pucat meneriakkan ular. Saya pun saat itu mendadak merasa jantungku berhenti.
Kembali lagi ke topik puskesmas keliling kami. Dengan perjalan yang panjang, kita hanya beristirahat sejenak untuk melanjutkan perjalanan ke kampuang Amuan dengan menumpang diatas truk proyek jalan. Wuaah... aku serasa sudah kehilangan feminisme-ku. Memanjat truk yang berisi semen dengan laju truk yang sangat kencang, membuat seluruh pakaian kami berwarna putih. Sudah bermandikan semen. Kami hanya menertawakan diri satu sama lain. Meski lelah.
Sesampai disimpang amuan, kurang lebih harus berjalan kaki lagi 20km. Tapi kami di lansir saat itu menggunakan motor puskesmas. Finally, kami sampai di kampung Amuan. Masyarakat mulai datang berbondong menyaksikan kedatangan kami. Mereka sangat senang. Besok kami akan memulai pelayaan posyandu, penyuluhan disekolah dan senam sehat sebelum melanjutkan perjalanan kami ke kampung berikutnya.
Melihat wajah-wajah bahagia mereka melihat kedatangan kami, dan merasakan pelukan mama-mama disini, seketika rasa lelah yang awalnya berkecamuk hilang seketika.


***Niat posting di 1 tahun awal penugasan, tapi krna ga ada sinyal. bisa post sekarang . haha

Senin, 27 November 2017

RINDU
oleh : Nesya Ardella Simamora

Rindu, bisakah engkau berlalu
Saat ini aku tak inginkanmu
Tak mampu aku menafsirkanmu
Terbata aku mengejamu
Kelu lidahku saat menegaskanmu
Sesak dadaku benar tak kuasa

Pergilah, aku hanya ingin menikmati kesendirianku
Jangan pernah kau ulang menghampiri isi kepalaku
Kau tak lebih hanya seuntai fatamorgana
Aku tak ingin mengenalmu !

Ketika Rasa Malas Itu Muncul

by : Nesya Ardella Simamora Rutinitas yang kita lakukan setiap hari, mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur saat malam hari, memang sa...